Kreasionisme, Sebuah Fantasi Religius.(pembukaan)

(Chinese Adam and Eve sumber)

Manusia tidak berevolusi karena tidak masuk akal manusia lahir dari monyet, kalimat seperti tadi mungkin pernah pembaca dengar dari guru di sekolah.
Bahkan sampai sekarangpun kesesatan ini terus saja disebarluaskan. Beberapa bulan sebelum tulisan ini dibuat, saya sendiri mendengar langsung komentar ngawur semacam itu terhadap teori Darwin dari guru sekolah.

Bila orang-orang religius di jaman sekarang ini tengah sibuk mencocokkan ajaran agamanya dengan ilmu Fisika dan Astronomi maka lain halnya dengan ilmu semacam teori evolusi. Teori evolusi ini teori yang tidak sulit dipahami (tidak bermaksud sombong) tapi "bermusuhan"  dengan ajaran agama.

 Agaknya karena sesuatu yang coba dijelaskan dalam evolusi juga sudah  menjadi pertanyaan bagi sebagian besar umat manusia dijaman dulu maka orang di jaman dahulu tentu juga sudah mencoba memberi penjelasan mereka sendiri.

seperti "darimana aku dan kamu berasal?" pertanyaan itu sangat mungkin ditanyakan oleh orang dijaman dahulu sedangkan pertanyaan-pertanyaan seperti "mengapa bumi mengorbit matahari" atau "mengapa karbon bisa berikatan dengan banyak atom lain" tidak akan mendapat tempat karena memang belum dikenal secara baik.

Apakah ini berarti bahwa para penulis teks-teks suci sebenarnya tidak mengetahui sama sekali tentang atom dan bumi mengorbit matahari hanya saja menjadi seolah-olah sesuai karena memang tidak pernah dibahas?, entah apapun jawabannya tetapi yang jelas adalah orang-orang dimasa sekarang yang masih mempercayai teks-teks suci tersebut sebagai kebenaran absolut dari Tuhan akan bersikukuh untuk membela keyakinannya.

Orang dijaman dahulu menghasilkan jawaban yang beragam mulai dari beruang dan harimau yang berdoa pada Dewa lalu diubah menjadi manusia, tanah yang diberi jiwa sampai mitologi Adam dan Eve yang masih dipercaya hingga sekarang oleh banyak orang.
Sedangkan evolusi memberi penjelasan bahwa manusia dan mahluk hidup lain berevolusi dari nenek moyang yang sama.

Orang-orang dijaman sekarang yang masih mempercayai mitologi Adam dan Eve biasanya mencoba memberi penjelasan untuk menolak penjelasan dari teori evolui. Kerumitan dan kesempurnaan manusia tidak mungkin berasal dari mahluk sederhana yang terus berubah, begitulah kira-kira argumen mereka. Argumen kerumitan,kecanggihan dan kesempurnaan mahluk hidup ini lebih dikenal sebagai argumen Pendesain Cerdas yang akan saya bahas pada tulisan-tulisan berikutnya.