Sekolah berpolitik?

Sekolah Berpolitik ditambah Money Politic, solusi?

(sekolah sumber)

Bagi pembaca yang telah menginjak usia 17 tahun keatas, kegiatan memilih wakil disaat pemilu bukanlah hal yang asing lagi. Ketika mendengar tentang pemilu boleh jadi pembaca langsung teringat pada coblosan,debat di tv nasional, atau mungkin juga pembaca teringat dengan uang. 

Sudah merupakan rahasia umum bahwa politisi-politisi yang ingin dipilih akan menarget calon pemilih dengan sumbangan berupa uang atau sembako, entah langsung ke calon pemilih atau menyumbang dana untuk pembangunan.Sudah rahasia umum pula bahwa tempat-tempat ibadah seringkali menjadi target para politisi tersebut. 
(politisi sumber)

Sehingga jika kita ingin memperbaiki atau malah mempermewah tempat ibadah, kita hampir pasti bisa mendapat dana dari mereka. 

Bagaimana jika hal ini juga berlaku di sekolah-sekolah? Bagaimana jika politisi berkampanye di sekolah dan mengatakan "aku akan membangun 5 kelas baru jika terpilih" atau "aku akan menghapus matematika dan fisika"? kedengarannya bukan sesuatu yang buruk sama sekali, malah mungkin ini bisa membuat pemimpin daerah memperlancar dana jika ada permintaan dana dari sekolah.

Namun jika ini berlaku maka yang kena imbasnya hanya anak anak SMA, dan mungkin juga anak  SMP jika ada politisi yang berkampanye beberapa tahun sebelum pemilihan.Anak SMP berusia kurang lebih 13 tahun saat mereka kelas 1 SMP, jika seorang politisi berkampanye untuk pemilihan 4 tahun mendatang (yang artinya anak SMP tadi telah berusia 17 tahun) maka anak-anak SMP ini juga target yang bagus.

Biasanya sering dikampanyekan bahwa meny politic itu salah. Saya tidak mengerti mengapa money politic itu salah tetapi memberi sembako dianggap tidak salah, bagi saya jelas tidak ada bedanya antara memberi sembako dengan memberi uang. 

Jika saya hanya ingin memilih calon yang memberi saya uang lalu apa masalahnya? Bukan tidak mungkin jika calon tersebut juga memiliki visi yang bagus kan?

Money politic ini memang "tidak adil" karena membuat orang yang lebih kaya lebih berpeluang menang daripada yang lebih miskin meskipun mungkin gagasan dan visi mereka tidak berbeda jauh. Tapi jika itu alasan untuk menyalahkan money politic menurut saya tidak tepat sama sekali, mau ada money politic atau tidak sudah jelas orang kaya lebih berpeluang menang karena memiliki dana yang lebih besar untuk beberkampanye