Ya! Darwin Salah! (bagian3)
Beberapa Kesalahpahaman Umum Mengenai Teori Evolusi (lagi)
(Darwin kesal sumber)
Tulisan ini merupakan lanjutan dari bagian ke 2.
6.Perbedaan Jumlah Kromosom antara hominid lain dan Manusia adalah bukti bahwa evolusi telah keliru.
Pembaca tentu telah mengetahui sebagaimana diajarkan di sekolah-sekolah bahwa kromosom manusia (homo sapien) berjumlah 46 atau 23 pasang. Sedangkan kromosom gorilla,simpanse dan orangutan berjumlah 48.
Pertanyaan yang biasa saya dapati adalah "jika manusia dikatakan berevolusi dari kera karena jumlah kromosomnya mirip lalu mengapa tidak berteori manusia berasal dari antelop sable karena jumlah kromosomnya sama seperti manusia?"
(antelop sable sumber)
Kekerabatan manusia dengan organisme lain tidak ditentukan oleh kesamaan jumlah kromosom, meskipun tentu saja lebih mungkin begitu.
Kekerabatan antar organisme ditentukan lewat tingkat kemiripan "huruf" DNAnya.
Jika pembaca mempunyai dua buah buku, yang satu berisi novel romantis dan yang satunya lagi adalah buku tutorial memasak, pembaca tidak akan mengatakan buku itu mirip meskipun jumlah bab, halaman atau bahkan mungkin jumlah kata dan hurufnya sama persis. Maka jumlah krosomom yang sama persis tidak membuat manusia dan antelop sable lebih dekat kekerabatannya daripada antara manusia dengan simpanse kendati jumlah "bab" buku antelop sable sama persis dengan "bab" dalam buku manusia.
Akan tetapi jika anda mempunyai dua buah buku, yang jumlah kata-kata nya mirip dan isinya juga mirip, maka anda juga bisa mengatakan dua buku itu tidak berbeda. Mungkin jumlah buku pertama adalah 1000 halaman dan 12 bab dan jumlah buku kedua kurang atau lebih sedikit saja dari 1000 halaman namun hanya memiliki 11 bab, sebenarnya pembaca masih bisa mengatakan dua buku itu tidak berbeda karena alasan 1 bab awal dari buku kedua berisi jumlah halaman yang sama dengan jumlah gabungan dari dua bab di buku pertama.
Itulah yang terjadi pada Kromosom manusia, sesungguhnyalah Kromosom nomor 2 manusia adalah gabungan dari dua buah kromosom ukuran sedang.
Sebenarnya bukan hanya orang awam seperti penulis saja yang sulit menerima fakta (kromosom manusia berjumlah 23) tersebut, para ilmuan sebelumnya pernah menyepakati angka 24 sebagai jumlah kromosom manusia, angka 24 ini dimulai dari penemuan Theopillus Painter pada 1921 yang membuat sayatan dari testis dua orang pria yang dikebiri.
Theopillus Painter mendapat angka 24 dan banyak para ilmuan setelahnya juga mengaku mendapat angka tersebut, sangat kuat sekali "doktrin" ini diantara para ilmuan sehingga beberapa ilmuan berhenti melaksanakan eksperimen mereka karena hanya mendapat angka 23.
(Albert Levan dan Joe Hin Tjio sumber)
Hingga akhirnya Joe Hin Tjio (ilmuan asal Indonesia) bersama dengan rekannya Albert Levan (ilmuan swedia) berhasil mematahkan "doktrin" tersebut pada tahun 1955 dan mendapati jumlah 23 bahkan ketika foto yang dianggap menunjukkan angka 24 disodorkan kepada mereka.[1]
Namun bukankah jikapun benar kromosom manusia dan hominid lain berbeda maka itu belum meruntuhkan teori evolusi? Jika sains dewasa ini membuktikan kembali bahwa manusia dan kera tidak berkerabat dekat maka itu hanya membantah anggapan manusia berkerabat dekat dengan hominid seperti gorilla tetapi tidak membantah evolusi secara keseluruhan.
Evolusi hanya bisa dibantah jika ada yang menemukan bukti semua mahluk hidup muncul dalam jenisnya yang sekarang secara langsung dan bersamaan.
Bersambung ke bagian 4.
Catatan :
1.buku yang dijadikan rujukan adalah Buku Genom karya Matt Ridley, untuk lebih lengkapnya pembaca bisa membacanya di bab ke 2.