Apakah Berdoa Itu Berguna?

                               (sumber)

Berdoa tentu bukan suatu kegiatan yang asing lagi bagi anda, sebelum memulai pembelajaran dan setelah selesai pembelajaran disekolah biasanya guru menyuruh siswanya melakukan kegiatan berdoa yang dipimpin oleh ketua kelas 

Apakah keinginan yang anda panjatkan ketika berdoa?, apakah mobil?, HP?, atau nilai bagus?. Pernahkan terbesit di benak anda untuk meragukan hasil dari berdoa tersebut?, atau mungkin anda tidak ragu sedikitpun tentang kekuatan doa?. 

Jika kekuatan doa yang dimaksud adalah kekuatan Sang Dewa yang membuat keinginan anda terkabul, saya termasuk orang yang tidak mempercayainya.
Bagi saya jika anda percaya kepada  Sang Dewa yang mengetahui segala sesuatu, maka Sang Dewa juga sudah mengetahui isi pikiran anda dan oleh karena itu anda tidak perlu lagi berdoa kepada Sang Dewa untuk meminta sesuatu, karena Sang Dewa sudah mengetahui apa yang anda minta tanpa anda harus berdoa, bukankah begitu?.

Placebo

Namun berdoa bukanlah kegiatan yang sama sekali tidak berguna. Seorang pasien rumah sakit bisa berangsur-angsur sembuh jika diberi sebuah pil oleh dokter meskipun pil itu sebenarnya hanya vitamin biasa, itulah yang dinamakan dengan placebo dan placebo ini mirip seperti kegiatan berdoa. Doa anda pada orang sakit hanya akan berguna jika anda mendoakan orang sakit didekat mereka, orang sakit tersebut akan termotivasi dengan doa-doa dari anda.
Sebaliknya doa anda tidak akan terlalu berguna jika anda mendoakan orang tersebut secara sembunyi-sembunyi di tempat lain. 

Oleh karena itu doa berfungsi tidak lain hanya sebagai penenang hati dan motivasi saja, tidak ada hal ghaib dibalik itu. 

Berdoa di sekolah.

Seperti pertanyaan diawal, apa yang anda panjatkan ketika berdoa?. Ketika saya masih duduk dibangku SMP, kegiatan berdoa sebelum pembelajaran dimulai dilakukan dengan merapalkan mantra yang telah ada di kitab suci. 
Seringkali guru memarahi teman saya karena tertawa disaat berdoa, biasanya siswa yang kedapatan main-main disaat berdoa akan dicatat oleh guru dan dihukum. 

Saya sendiri  tidak merasa berdoa seperti itu secara khusuk akan berguna, apa gunanya anda megucapkan kata-kata yang anda sendiri tidak ketahui artinya itu? ditambah lagi kegiatan berdoa itu dipimpin oleh seorang siswa sehingga kadang-kadang seisi kelas harus berdoa secepatnya agar tidak ketinggalan dari si pemimpin doa. 

Akan lebih berguna jika siswa diberikan kebebasan untuk berdoa dan tidak harus merapalkan mantra dari kitab suci. Walau tidak ada hal yang ghaib dan supranatural dibelakang kegiatan berdoa, doa bisa membuat siswa mampu menetapkan tujuannya. Jika siswa selalu berdoa untuk menjadi presiden setiap hari disekolah, siswa itu akan lebih mungkin menjadi presiden karena sudah memiliki tujuan yang tetap untuk menjadi presiden. Berbeda dengan siswa yang isi doanya hanya sekedar merapalkan mantra, siswa seperti itu tidak memiliki tujuan yang jelas dan karena itu tentu siswa tersebut tidak akan berusaha untuk sesuatu yang jelas juga. 

Bukankah hal itu juga yang dikatakan oleh motivator-motivator? bukankah mereka juga selalu mewanti-wanti anda untuk mengingat tujuan anda setiap hari agar anda bisa berusaha lebih baik untuk itu?.
Jadi untuk apa mengisi kegiatan berdoa disekolah dengan sesuatu yang tidak jelas?