Kreasionisme, Sebuah Fantasi Religius bag 2

(sumber)
Otak manusia yang canggih dan mata yang lebih pintar dari kamera modern, sepertinya dua hal itu memang sulit sekali untuk dianggap berasal dari "kebetulan" di alam. Dan kesulitan itulah yang dimanfaatkan oleh para pendukung teori kreasi untuk memasukkan Tuhan didalamnya, "mata itu rumit maka pastilah Tuhan yang merancangnya" kira kira begitulah pernyataan mereka, pernyataan semacam itu juga disebut sebagai God of the Gap yaitu mengisi celah pengetahuan dengan Tuhan.

(ilustrasi God Of The Gap sumber
Saya lebih suka menyebutnya sebagai argumen Tuhan tambal ban, sebuah plesetan istilah filsafat tambal ban yang saya dengar dari seseorang. Bagi saya sendiri argumen ini aneh karena langsung mengambil Tuhan sebagai jawaban  ketika ada sesuatu hal yang tidak diketahui, padahal jika kita tidak mengetahui sesuatu itu adalah  bukti bahwa kita harus belajar lagi, bukan langsung Tuhan. 
Semakin berkembang pengetahuan manusia, semakin sedikit juga lubang-lubang pengetahuan yang bisa ditempati oleh Tuhan nantinya dan mungkin saja akan hilang sama sekali.

(william paley sumber)
Argumen pendesain cerdas ini dimulai dari seorang filsuf bernama William Paley yang mencoba  menyampaikan bahwa alam ini teratur seperti jam sehingga tidak mungkin tidak memiliki seorang perancang,argumen ini tetap mendapat pendukungnya dimasa sekarang seperti Michael Behe seorang ilmuan biologi yang menulis Darwin Black Box. Saya tidak pernah membaca buku tersebut, namun dari penelusuran saya di internet saya menemukan bahwa Michael Behe sebenarnya mendukung teori evolusi hanya saja ia mencoba membawa-bawa Tuhan didalamnya. Walau bagaiamanapun juga, ada masa dimana manusia menganggap petir terlalu rumit untuk dihasikan segumpal awan dan ada pula masa dimana gempa bumi terlalu rumit untuk dianggap bukan kutukan Dewa sehingga kita tidak bisa langsung meloncat ke Tuhan ketika sesuatu masih terlalu rumit untuk dipahami dimasa sekarang.


Ada banyak hal yang tidak dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan, terlalu rumit bagi kita untuk menjelaskan mahluk seperti manusia tanpa mepercayai bantuan sang pendesain cerdas.

Namun walau begitu,sebenarnya  kekeliruan pendesain cerdas ini bisa dibuktikan dengan pembuktian yang sederhana,  banyak hal dalam tubuh manusia yang tidak jelas apa fungsi dan tujuannya. 

Bersambung.