Kreasionisme, Sebuah Fantasi Religius (bagian akhir)

 


Bagaimana mungkin "buku" itu tidak memiliki penulis?

                                                                       (sumber )

Pernahkah anda mendengar tentang Junk DNA? junk DNA atau DNA sampah adalah istilah yang  dipakai untuk DNA yang tidak diterjemahkan dalam tubuh manusia , apakah keberadaan DNA sampah ini merupakan sesuatu yang mengherankan bagi anda? jika iya, maka ada yang lebih mengherankan lagi bahwa DNA sampah ini ternyata memiliki jumlah yang jauh lebih banyak dibanding  DNA yang diperlukan oleh manusia yang mencapai 98% dari total DNA.

Namun meskipun namanya adalah DNA sampah, benda-benda itu ternyata bukanlah sesuatu yang tidak berguna,saya membaca beberapa artikel mengenai ini dan menemukan bahwa DNA-DNA ini berfungsi merangsang evolusi. Saya heran mengapa fungsi dari junk DNA ini tidak disebutkan dalam buku Genom karya Matt Ridley kendati fakta ini sudah mulai terungkap pada awal 1990,tidak seperti Richard Dawkins yang menyebutkan beberapa revisi bukunya dalam pengantar edisi terbaru. 

DNA seringkali digunakan oleh para pendukung pendesain cerdas untuk membela paham mereka, "kau tidak menganggap buku bernama DNA itu tidak memiliki penulis kan? itu buku yang sangat tebal dengan milyaran huruf" kira kira begitulah ucapan mereka, tetapi dengan fakta bahwa sebagian besar DNA manusia adalah DNA yang non-coding  maka anggapan para pendukung pendesain cerdas itu telah runtuh, jadi anggapan "buku DNA" yang tidak ditulis oleh mahluk cerdasitu masih masuk akal karena  setidaknya 98% dari "buku" itu adalah kata-kata yang tidak bisa dibaca. Lagipula apakah para pendukung pendesain cerdas itu lupa bahwa huruf-huruf dalam DNA hanya berjumlah 4 buah? jika buku DNA dibayangkan memiliki 26 huruf seperti buku dikehidupan nyata, memang menjadi mengherankan jika buku itu tidak ditulis oleh sang pendesain cerdas, namun faktanya hanya 4 huruf yang dimiliki oleh DNA sehingga buku DNA ini sepertinya bukanlah sesuatu yang wow sekali.


Kebanggaan yang tidak perlu.
Betapa sempurnanya manusia, lihatlah jari anda yang begitu cocok untuk menggenggam ,lihatlah para penari memainkan jari-jarinya yang cantik dan lihatlah  bayi yang tertawa  dipangkuan ibunya. Melihat semua keindahan itu rasanya tidak mungkin jika kita berdiri disini tanpa sebuah tujuan dan tanpa sebuah makna, mungkin itu pula yang dipikirkan oleh jutaan manusia  sebelum anda dan saya, namun kebanyakan dari mereka tumbuh dan mati begitu saja tanpa meninggalkan sesuatu yang berarti.
Agaknya kisah-kisah dalam teks-teks suci juga berangkat dari pemikiran semacam itu, "mana mungkin kita hanya mati begitu saja, pastilah ada makna dibalik hidup manusia ini dan pastilah alam ini diciptakan untuk kita karena kita adalah mahluk kesayangan Tuhan" mungkin kalimat seperti itulah yang terlintas dibenak manusia zaman dulu. 

                                                  (Sir Richard Owen , sumber )                                                                


Pemikiran semacam itu pula yang menyebabkan sulit bagi beberapa orang untuk percaya bahwa  mereka tidak jauh berbeda dari hewan lain dan memiliki leluhur yang sama. Sir Richard Owen,seorang pakar astronom dari zaman victoria, pernah mengungkapkan bahwa hipokampus minor adalah bukti bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena Ia tidak dapat menemukan bagian itu pada seekor gorilla yang dibawa oleh Paul da Chaillu dari Kongo. Thomas Huxley bersikeras menentang ucapan Owen yang tetap bersikukuh dengan perkataannya itu, Huxley bersikeras bahwa para kera juga memiliki hipokampus minor seperti manusia,kita sekarang sama-sama telah mengetahui bahwa Huxley memang benar tentang itu. (baca genom bab 2)

Apapun yang coba dibuktikan oleh orang-orang seperti Owen, pada faktanya kita sebagai manusia hanya mengandalkan kecerdasan kita untuk bersaing di alam. Kita tidak lebih besar,lebih kuat,lebih tahan terhadap suhu panas atau lebih cepat dari hewan lain, maka kita harus membangun tembok-tembok yang keras dan atap rumah yang kuat untuk melindungi diri kita disaat hewan seperti monyet hanya perlu bisa memanjat pohon untuk hidup. Dan jangan lupakan fakta bahwa kita berkali-kali harus pasrah ketika wabah seperti flu spanyol,black death dan demam berdarah menyerang dan membunuh ribuan  manusia,semua wabah itu disebabkan oleh mahluk yang tidak lebih besar dari kelingking kita.

Dengan segala ketakberdayaan itu, sungguh tidak masuk akal jika alam ini benar-benar diciptakan untuk kita. Jadi lupakan semua kebanggan anda yang tidak berguna itu dan mulailah menerima fakta bahwa kita hanyalah primata biasa yang hidup dan mati tanpa tujuan yang berarti.