Mengapa Berhenti Pada Seks? (bagian 2)

                                                                           (sumber)


Pada tulisan sebelumnya saya telah membahas mengenai penolakan kuat  terhadap situs-situs internet berbau seks dan juga mengenai perubahan sikap masyarakat mengenai hubungan seks diluar pernikahan. Saya lebih memilih kalimat "hubungan seks diluar pernikahan" daripada "seks bebas" untuk alasan yang akan saya sampaikan selanjutnya.

Bedanya seks yang legal dengan seks yang aman.

Untuk menghindari bahaya penyakit menular seksual, seringkali kita dihimbau agar hanya melakukan seks setelah menikah. Padahal, menikah tidak bisa menjamin pasangan anda benar-benar terbebas dari penyakit menular seksual. Begitupun jika anda melakukan seks sebelum pernikahan, belum bisa dipastikan bahwa pasangan seksual anda pasti menderita penyakit menular seksual bukan?. 

Ada dua orang pria, pria pertama melakukan hubungan seksual tanpa pernah menikah namun tidak pernah berganti  pasangan seksual,sedangkan orang kedua sering berganti pasangan seksual namun selalu menikahi pasangan seksualnya . Menurut anda pria manakah yang lebih beresiko terkena penyakit menular seksual?, tentu saja pria yang kedua bukan?. Meskipun memang jelas  lebih kecil kemungkinan seseorang yang tela menikah untuk berganti-ganti pasangan seksual, sesungguhnya kejadian seperti kasus pria kedua bukanlah hal yang tidak bisa kita temui didunia nyata, saya pernah mendengar tentang suatu sekte keagamaan yang memiliki praktik kawin kontrak. Beberapa orang ahli agama mengecam praktek semacam itu karena menurut mereka menyimpang. Walau apapun yang ingin ahli agama itu katakan, praktik semacam ini masih berlangsung sampai sekarang, baca disini.  


                                                                        (sumber)

Kasus kawin kontrak tersebut sudah cukup untuk menjelaskan perbedaan seks yang legal dengan seks yang aman, kawin kontrak bukan sesuatu yang  ilegal karena sudah melalui proses pernikahan (kita kesampingkan dulu pendapat beberapa ahli agama) tetapi tetap berbahaya karena dilakukan dengan lebih dari satu pasangan seksual. Hal ini juga turut menjelaskan mengapa definisi seks bebas sebagai "hubungan seksual diluar pernikahan" menjadi tidak tepat lagi. 


                                                                              (sumber)

Akan tetapi, sesungguhnya seks yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan juga belum tentu meningkatkan resiko tertular penyakit bukan? pada masa sekarang menghindari seks diluar pernikahan bukanlah satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk menghindarkan diri dari tertular penyakit karena kita telah mengenal kondom. Tingkat keefektifan kondom dalam mencegah penularan penyakit HIV bisa  mencapai angka 90-95% baca disini

Bersambung...